Monday, September 26, 2016

Keutamaan-keutamaan Jumat

Keutamaan-keutamaan Jumat
   Ketahuilah, bahwa sesungguhnya ini adalah merupakan hari yang agung, Allah mengagungkan Islam dan mengistimewakan orang-orang Islam dengan Jumat.
Allah SWT berfirman: “Apabila diseru menunaikan shalat  pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli.” (QS. Al-Jum’ah:9)
“Allah mengharamkan sibuk dengan hal-hal dunia dan dengan segala hal yang dapat memalingkan orang dari bersegera ke Jumatan.”

   Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan Jumat tiga kali, dengan tanpa uzur, maka Allah akan mencap (menutup) hatinya.”
Dalam sebuah lafal yang lain dikatakan, “Maka sungguh dia telah mencampakkan Islam di belakang punggungnya.”

   Ada seorang laki-laki berselisih dengan Ibnu Abbas. Dia bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai seorang laki-laki yang mati dan tidak pernah menghadiri Jumat maupun Jamaah. Ibnu  Abbas berkata, “Di dalam Neraka.” Lalu tidak henti-hentinya laki-laki itu hilir mudik selama sebulan dengan bertanya mengenai itu. Dia tetap berkata, “Di dalam Neraka.”

   Di dalam Al-Khaibar dikatakan, “Sesungguhnya orang-orang yang memiliki dua buah Kitab telah diberi hari Jumat. Mereka berselisih dan berpaling darinya. Allah telah menunjukkan kita kepada hari itu dan Dia mengakhirkannya untuk umat ini serta menjadikannya sebagai hari raya. Jadi, mereka adalah manusia yang paling  berhak dengan hari itu lebih dahulu dan orang-orang yang memiliki dua buah Al-Kitab itu menyusul mereka.”

   Hadis Anas menyebutkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Datanglah Jibril padaku dan di telapak tangannya terdapat cermin yang putih dan berkata, “Ini adalah Jumat, Tuhanmu memfardhukannya kepadamu agar menjadi hari raya bagimu dan bagi umatmu sepeninggalmu.”
Aku berkata, “Lalu apa yang ada bagi kami di hari itu.”
Dia berkata, “Kamu memiliki sebuah saat yang paling baik, barangsiapa  yang berdoa dengan kebaikan yang dibagikannya, maka Allah akan memberinya kebaikan dan tidak ada bagian yang disimpan untuknya yang lebih agung dari itu, atau dia berlindung dari kejelekan yang telah tertulis atas dia, kecuali Allah akan melindunginya dari yang lebih besar dari itu. Dia adalah pemimpin semua hari dan kita akan menyebutnya besok pada hari akhirat dengan Hari tambahan”.
Aku berkata, “Mengapa begitu.”
Jibril berkata, “Sesungguhnya Tuhanmu Azza wa Jalla telah membuat sebuah lembah yang lebih semerbak daripada misik dan juga lebih putih. Lalu apabila datang hari Jumat, maka Allah SWT turun dari Illiyin ke atas Kursi-Nya dan melihat kepada mereka, sehingga mereka memandang kepada Zat-Nya yang agung.”

   Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sebaik-baik hari pada terbit matahari adalah hari Jumat, di hari itu Adam a.s  diciptakan, di masukkan ke surga, diturunkan ke bumi, diterima tobatnya, hari kematiannya dan akan berdiri kiamat. Hari itu di sisi Allah adalah hari Penambahan. Demikianlah malaikat-malaikat menyebutnya di langit. Dan juga hari melihat kepada Allah SWT.”

   Di sebutkan dalam Al-Khaibar, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla membebaskan setiap Jumat enam ratus ribu orang dari neraka.”
Di dalam hadis Anas r.a di katakan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda: “Apabila hari Jumat selamat, maka selamat pula semua hari.”
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sesungguhnya neraka Jahim itu menyala setiap hari sebelum zawal (matahari tergelincir dari tengah langit), yaitu pada waktu istiwa’ (matahari di tengah langit) dalam jantung langit. Maka janganlah kamu shalat saat ini, kecuali hari Jumat, karena hari itu waktu shalat dan sesungguhnya Jahanam tidak menyala pada hari itu.”

   Ka’b berkata, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengutamakan Makkah di antara beberapa negeri, Ramadhan di antara beberapa bulan dan Jumat di antara hari-hari, serta Lailatul-qadar di antara malam-malam.”


   Dikatakan, “Sesungguhnya burung-burung dan bangsa serangga bertemu satu dengan yang lain pada hari Jumat. Mereka berkata, ‘Selamat, selamat, ini adalah hari yang bagus.’ Jumat atau malam Jumat, maka dituliskan baginya pahala orang yang mati syahid dan dipelihara dari siksa kubur.”

No comments:

Post a Comment