Sunday, September 25, 2016

Keutamaan Baik Budi Pekerti

Keutamaan Baik Budi Pekerti
   Allah SWT berfirman kepada Nabi-Nya, dan kekasih-Nya dengan memuji kepadanya dan memperlihatkan nikmat-Nya di hadapannya:
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
 (QS. Al-Qalam:4)

  Aisyah ra berkata, “Budi pekerti Rasulullah SAW adalah Al-Qur’an.”
Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai kebaikan budi pekerti. Lalu beliau membaca firman Allah SWT:
“Jadilah kamu pemaaf dan serulah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.” (QS.Al-A’raf:199)

Kemudian beliau bersabda, “Ia adalah kamu harus menyambung orang yang memutusmu, memberi orang yang memutusmu, memberi orang yang menghalangimu dan memafkan orang yang menganiayamu.”
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia.”
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Yang paling berat diantara apa yang diletakkan di timbangan amal pada hari kiamat adalah takwa kepada Allah dan kebaikan budi pekerti.”
Seorang laki-laki datang menghadap kepada Rasulullah SAW,
dia berkata, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?”
Beliau bersabda: “Kebaikan budi pekerti.”
Kemudian dia datang dari arah kiri beliau dan berkata, “Apakah agama itu?”
Beliau bersabda: “Kebaikan budi pekerti.”
Kemudian dia datang dari arah belakang beliau dan berkata,
“Ya Rasulullah, apakah agama itu?”
Lalu beliau menoleh padanya dan berkata,
“Tidakkah kamu paham, dia (beragama) jangan sampai kamu marah.”
Dan ditanyakan kepada beliau, “Ya Rasulullah, apakah kecelakaan itu?”
Beliau bersabda: “Keburukan budi pekerti.”
Seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW, “Berilah wasiat kepadaku.”
Beliau bersabda: “Bertakwalah kepada Allah di mana saja kemu berada.”
Dia berkata lagi, “Tambahkanlah kepadaku”
Beliau bersabda: “Susullah kejahatan dengan kebaikan, tentu kebaikan itu akan menghapusnya.”
Laki-laki itu berkata, “Tambahkanlah kepadaku.”
Beliau bersabda: “Pergaulilah manusia dengan budi pekerti yang baik.”
Nabi Muhammad SAW pernah ditanya, “Manakah amal yang lebih utama?”
Beliau menjawab: “Budi pekerti yang baik.”
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidaklah Allah menjadikan baik kejadian seorang hamba dan budi pekertinya, lalu dia dimakan neraka”
Fudhail berkata, dikatakan kepada Rasulullah SAW, “Sesungguhnya Fulanah berpuasa siang dan berdiri malam (shalat malam), sedang dia perempuan yang berbudi jelek. Dia menyakiti tetangga dengan mulutnya.”
Beliau bersabda: “Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka.”
Abu Darda’ berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Pertama kali yang diletakkan dalam timbangan amal adalah kebaikan budi pekerti dan kemurahan hati. Dan ketika Allah telah menciptakan iman, berkatalah dia, ‘Ya Allah, kuatkanlah aku’.”
Lalu Allah SWT menguatkannya dengan kebakhilan dan keburukan budi pekerti.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memurnikan agama ini kepada Zatnya dan tidak patut untuk agamamu kecuali kemurahan hati dan kebaikan budi pekerti. Ingat! Hiasilah agamamu dengan keduanya.”
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Kebaikan budi pekerti adalah pekerti Allah yang agung.”
Dikatakan, “Ya Rasulullah, manakah di antara orang-orang muknin yang lebih utama keimanannya?”
Beliau bersabda: “Yang paling baik budi pekertinya.”
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya kamu tidak akan menguasai manusia dengan harta-hartamu. Maka kuasailah mereka dengan kecerahan wajah dan kebaikan budi pekerti.”
Nabi Muhammad SAW juga bersabda: “Keburukan budi pekerti akan merusakkan madu.”

BERSAMBUNG…
(halaman ini masih dalam tahap pengetikan)

No comments:

Post a Comment