Sunday, September 25, 2016

Menjalankan Taat dan Meninggalkan Perbuatan Haram

Menjalankan Taat dan Meninggalkan Perbuatan Haram
   Arti taat adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban Allah SWT dan meninggalkan larangan-larangan-Nya serta berhenti pada batas-batas-Nya. Mujahid berpendapat mengenai firman Allah Azza wa Jalla: “Dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari duniawi.” (QS. Al-Qashash:77)
Ini adalah ayat mengenai seorang hamba yang beramal dengan ketaatan kepada Allah SWT.

   Ketahuilah bahwa pengkal dari ketaatan adalah mengetahui Allah, takut kepada Allah, mengharap pada Allah dan muqarabah kepada Allah. Apabila seorang hamba kosong dari hal-hal ini, maka dia tidak dapat menemukan hakikat dari iman. Karena sesungguhnya ketaatan kepada Allah tidak sah, kecuali setelah mengetahui Allah dan iman dengan wujud-Nya sebagai Pencipta Yang Maha Mengetahui, Maha Kuasa, tidak sebuah pengertian pun dapat menjangkau-Nya dan tidak sebuah dugaan pun dapat menggambarkan-Nya. “Tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya dan Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Seorang Badui Arab berkata kepada Muhammad bin Ali Husain RA, “Apakah kamu melihat Allah ketika kamu menyembah-Nya?”
Dia menjawab, “Aku tidak menyembah orang yang tidak aku lihat.”
Badui bertanya, “Bagaimana kamu melihat-Nya?”
Muhammad menjawab, “Penglihatan-penglihatan ini tidak dapat melihat-Nya dengan pandangan mata. Tetapi hati ini melihat-Nya dengan hakikat iman, tidak dapat diraba dengan panca indera dan tidak menyerupai manusia. Dapat dikenal dengan beberapa tanda dan dapat disebutkan dengan beberapa alamat dan tidak melewati batas dalam keputusan. Itulah Allah, tiada Tuhan kecuali Dia, Tuhan bumi dan langit.”
Berkatalah orang Badui itu, Allah Maha Mengetahui di mana Dia menjadikan risalah-Nya.

BERSAMBUNG…

(halaman ini masih dalam tahap pengetikan.)

No comments:

Post a Comment