Sunday, September 25, 2016

Tercelanya Dunia

Tercelanya Dunia
   Sebagian ulama berkata, “Wahai manusia, beramallah dengan sembunyi-sembunyi, jadilah orang yang takut kepada Allah dan janganlah tertipu dengan angan-angan dan melupakan ajal, serta janganlah kamu condong kepada dunia. Karena dunia banyak berkhianat dan suka menipu, dunia tampak gemerlapan dengan tipudayanya, memfitnah kamu dengan menjamin keamanannya dan manis dalam bertutur kata. Dunia seperti pengantin yang bercelak. Banyak mata yang memandangnya. Banyak hati yang terpikat kepadanya dan banyak sekali orang yang condong kepadanya. Maka pandanglah dunia dengan penuh kenyataan. Sesungguhnya dunia adalah perkampungan yang banyak bahayanya dan Tuhan telah mencelanya, barang barunya akan usang, kerajaannya akan binasa, kemuliaannya adalah hina, yang banyak adalah sedikit, kecintaannya akan mati dan kebaikannya akan habis. Untuk itu sadarlah dari kelalaianmu selama ini dan bangunlah dari tidurmu sebelum dikatakan, “Fulan sedang sakit atau sakit asmara yang berat. Adakah yang menunjukkan obatnya atau adakah jalan menuju ke dokter.” Lalu dipanggillah para dokter tetapi tidak dapat diharapkan bisa menyembuhkanmu. Kemudian dikatakan, “Fulan telah berwaisat dan telah menghitung-hitung harta bendanya.” Kemudian dikatakan lagi, “Telah berat lidahnya, lalu dia tidak dapat berbicara dengan kawan-kawannya dan tidak mengenal lagi tetangga-tetangganya.” Berkeringatlah pelipismu mata itu dan (terdengar) silih berganti keluhanmu, telah tetap keyakinanmu dan terbelalak matamu, menjadi benarlah dugaan dan menjadi kelu lidahmu. Saudara-saudaramu menangis dan dikatakan kepadamu, “Ini adalah anakmu, ini adalah saudaramu.” Tetapi engkau tidak mau berbicara dan tidak dapat berkata serta dikunci lidahmu, maka kamu tidak dapat mengeluarkan kata-kata. Kemudian berlaku ketentuan qadha’ dan lepaslah nyawa dari tubuhmu. Dinaikkanlah nyawa itu ke langit, berkumpullah waktu itu saudara-saudaramu dan didatangkanlah kain-kain kafanmu, lalu mereka memandikan dan mengkafanimu. Berhentilah orang-orang yang mengunjungimu dan beristirahatlah orang-orang yang mendengkimu. Keluargamu kembali kepada harta-benda dan tinggallah kamu beserta amal-amalmu.”

BERSAMBUNG…
(halaman ini masih dalam tahap pengetikan…)

No comments:

Post a Comment