Sunday, September 25, 2016

Amanat dan Tobat

Amanat dan Tobat
   Diriwayatkan dari Muhammad bin Munkadir, sesungguhnya dia berkata, Aku mendengar ayahku berkata, “Ketika Sufyan Ats-Tsauri sedang thawaf, tiba-tiba dia melihat seorang laki-laki yang tidak mengangkat telapak kakinya dan tidak pula meletakkannya, kecuali dia membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.”
Ats-Tsauri pun bertanya padanya, “Hai tuan, sesungguhnya engkau telah meninggalkan bacaan tasbih dan tahlil, serta selalu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.  Adakah telah terjadi sesuatu padamu sehingga kamu melakukan ini?”
Dia berkata, “Siapa kamu? Semoga Allah mengampunimu.”
Aku menjawab, “Aku Sufyan Ats-Tsauri.”
Dia berkata, “Seandainya kamu bukan orang yang zuhud dari generasimu, tentu tidak akan ku ceritakan dan kuperlihatkan rahasiaku.”
Kemudian dia berkata padaku, “Aku pernah pergi bersama ayahku untuk beribadah haji ke Baitullah. Sampai di suatu tempat ayahku jatuh sakit. Aku merawatnya sampai pada akhirnya dia mati dan menjadi hitam wajahnya. Aku berkata, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ dan aku menutup wajahnya. Karena sangat mengantuk aku tertidur dengan perasaan amat sedih. Aku bermimpi bertemu seorang laki-laki yang tidak pernah kulihat, ada lelaki yang lebih tampan wajahnya, lebih bersih pakaiannya dan lebih harum darinya. Dia mengangkat salah satu kakinya dan meletakkan kakinya yang lain, sehingga ia dekat dengan ayahku. Kemudian dia membuka kain dari wajah ayahku dan mengusapkan tangannya, lalu bersinarlah wajah itu. Kemudian laki-laki itu beranjak hendak pulang. Aku bangkit dan kupegang pakaiannya lalu bertanya, ‘Hai hamba Allah, siapakah engkau ini? Mengapa Allah memberi anugerah kepada ayahku sebab kedatanganmu di tempat asing ini?’ Dia berkata, ‘Tidakkah engkau mengenalku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah pembawa Al-Qur’an. Ingat! Ayahmu adalah orang yang berlebihan, tetapi dia memperbanyak membaca shalawat atasku. Ketika dia mengalami apa yang sedang dialaminya, dia minta pertolongan padaku sedang aku adalah orang yang banyak menolong kepada orang yang memperbanyak bacaan shalawat atas aku’.” Lalu aku terbangun dan kulihat wajah ayahku benar-benar telah menjadi terang.”

BERSAMBUNG…

(halaman ini masih dalam tahap pengetikan)

No comments:

Post a Comment