Amanat
dan Tobat
Diriwayatkan dari Muhammad bin
Munkadir, sesungguhnya dia berkata, Aku mendengar ayahku berkata, “Ketika Sufyan Ats-Tsauri sedang thawaf, tiba-tiba dia melihat seorang
laki-laki yang tidak mengangkat telapak kakinya dan tidak pula meletakkannya,
kecuali dia membaca shalawat kepada Nabi
Muhammad SAW.”
Ats-Tsauri
pun bertanya padanya, “Hai
tuan, sesungguhnya engkau telah meninggalkan bacaan tasbih dan tahlil, serta
selalu membaca shalawat kepada Nabi
Muhammad SAW. Adakah telah terjadi sesuatu
padamu sehingga kamu melakukan ini?”
Dia berkata, “Siapa kamu? Semoga Allah mengampunimu.”
Aku menjawab, “Aku Sufyan Ats-Tsauri.”
Dia berkata, “Seandainya kamu bukan orang yang
zuhud dari generasimu, tentu tidak akan ku ceritakan dan kuperlihatkan
rahasiaku.”
Kemudian dia berkata padaku, “Aku pernah pergi bersama ayahku
untuk beribadah haji ke Baitullah. Sampai di suatu tempat ayahku jatuh sakit. Aku
merawatnya sampai pada akhirnya dia mati dan menjadi hitam wajahnya. Aku berkata,
‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ dan aku menutup wajahnya. Karena sangat
mengantuk aku tertidur dengan perasaan amat sedih. Aku bermimpi bertemu seorang
laki-laki yang tidak pernah kulihat, ada lelaki yang lebih tampan wajahnya,
lebih bersih pakaiannya dan lebih harum darinya. Dia mengangkat salah satu kakinya
dan meletakkan kakinya yang lain, sehingga ia dekat dengan ayahku. Kemudian dia
membuka kain dari wajah ayahku dan mengusapkan tangannya, lalu bersinarlah wajah
itu. Kemudian laki-laki itu beranjak hendak pulang. Aku bangkit dan kupegang
pakaiannya lalu bertanya, ‘Hai hamba Allah, siapakah engkau ini? Mengapa Allah memberi
anugerah kepada ayahku sebab kedatanganmu di tempat asing ini?’ Dia berkata, ‘Tidakkah
engkau mengenalku? Aku adalah Muhammad
bin Abdullah
pembawa Al-Qur’an. Ingat! Ayahmu adalah orang yang berlebihan, tetapi dia
memperbanyak membaca shalawat atasku. Ketika dia mengalami apa yang sedang
dialaminya, dia minta pertolongan padaku sedang aku adalah orang yang banyak
menolong kepada orang yang memperbanyak bacaan shalawat atas aku’.” Lalu aku terbangun dan kulihat wajah ayahku
benar-benar telah menjadi terang.”
BERSAMBUNG…
(halaman ini masih dalam tahap pengetikan)
No comments:
Post a Comment