Setan
Wajib bagi seorang mukmin untuk mencintai ulama dan orang-orang shaleh,
senantiasa berkumpul dengan mereka, bertanya tentang hal-hal yang tidak dapat
dihindarkan dari dirinya, menerima nasehat dari mereka, menjauhi
perbuatan-perbuatan yang tidak baik dan menganggap setan sebagai musuh.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Sesungguhnya
setan adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu.” (QS.
Fathir:6)
Yakni musuhilah setan dengan
berbakti kepada Allah, jangan sampai engkau mengikutinya dalam melakukan
maksiat-maksiat kepada Allah dan
hendaklah kamu selalu waspada dari setan dalam semua keadaanmu, baik dalam
perbuatan maupun itikadmu dari relung hatimu. Apabila kamu mengerjakan suatu
amal, pandai-pandailah kamu untuk itu. Karena kadang-kadang setan menyertakan riya’ di
dalamnya dan menghiasi perbuatan-perbuatan jahat dalam pandanganmu. Mohonlah pertolongan
kepada Tuhanmu untuk mengalahkan setan itu. Berkata Abdullah bin Mas’ud RA, “Rasulullah SAW membuat sebuah garis di
depan kami dan bersabda, ‘ini adalah
jalan Allah’.” Kemudian membuat beberapa garis
lagi di sebelah kanan garis itu dan beberapa garis di sebelah kiri dari itu
pula.
Beliau bersabda: “Garis-garis ini adalah
beberapa jalan, pada setiap jalan itu terdapat setan yang selalu mengajak
kepadanya.”
Kemudian beliau membaca ayat: “Dan bahwa sesungguhnya (yang
telah kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan
janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu
mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.”
(QS. Al-An’am:153)
BERSAMBUNG…
(halaman ini masih dalam tahap
pengetikan.)
No comments:
Post a Comment