Sunday, September 25, 2016

Berbuat Baik Kepada Anak Yatim

Berbuat Baik Kepada Anak Yatim
   Bukhari meriwayatkan, “Aku dan penanggung anak yatim di surga seperti demikian ini.” Beliau mengisyaratkan dengan dua buah jari, telunjuk dan tangan serta beliau merenggangkan di antara kedua jari itu.
Muslim berkata, “Penanggung anak yatimnya sendiri atau anak yatim orang lain, aku dan dia seperti dua ini di surga.” Dan Malik mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah.
Al-Bazzar berkata, “Barangsiapa yang menanggung seorang anak yatim yang mempunyai hubungan kerabat atau tidak ada hubungan kerabat, maka aku dan dia di surga seperti dua ini.” Beliau merapatkan dua buah jarinya. “Dan barangsiapa yang berusaha untuk menanggung tiga anak perempuan, maka dia akan masuk surga dan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berjihad di jalan Allah dalam keadaan berpuasa dan beribadah malam.”
Ibnu Majah berkata, “Barangsiapa yang menanggung nafkah tiga orang pada malamnya dan berpuasa pada siang harinya, serta berangkat pagi dan pulang sore dengan selalu menghunus pedangnya di jalan Allah, maka aku dan dia di surga seperti dua orang bersaudara, seperti halnya dua jari ini yang bersaudara.” Beliau menempelkan dua buah jarinya, jari telunjuk dan jari tengahnya.
At-Tirmidzi dan Ibnu Majah men-shahih-kannya, “Barangsiapa yang menanggung seorang anak yatim dari kalangan orang-orang Islam untuk diberi makanan dan minumannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dengan pasti kecuali dia mengerjakan sebuah dosa yang tidak terampunkan lagi.”
Dalam sebuah riwayat dikatakan, yang sanad-nya dari hasan, “Sampai anak yatim itu sudah tidak membutuhkan dia lagi, maka wajiblah bagi dia masuk surga dengan pasti.”
Ibnu Majah. “Sebaik-baik rumah di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah orang-orang Islam adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan tidak baik.”
Abu Ya’la dengan sanad hasan mengatakan, “Aku adalah orang pertama kali yang membuka pintu surga, hanya saja sesungguhnya aku melihat seorang perempuan yang bergegas mendahuluiku. Lalu aku berkata, ‘Mengapa engkau ini dan siapa engkau?’ Dia berkata ‘Aku adalah seorang perempuan yang duduk berdiam diri memperhatikan anak-anak yatimku’.”
At-Thabrani dengan sanad yang perawi-perawinya adalah adil kecuali seorang. Walau begitu, itu bukan hadis yang matruk, “Demi Tuhan yang mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat kepada seorang yang menyayangi anak yatim dan ramah dalam berbicara serta menyayangi keyatiman dan kelemahannya dan tidak sombong atas tetangganya terhadap keutamaan yang diberikan Allah kepadanya.”
Ahmad dan yang lain berkata, “Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim, dia tidak mengusapnya kecuali karena Allah, maka setiap rambut yang telah dilalui tangannya terdapat kebajikan baginya. Dan barangsiapa yang baik kepada anak yatim laki-laki atau anak yatim perempuan yang ada di sampingnya, maka aku dan dia di dalam surga seperti dua jari ini.” (Al-Hadis)

BERSAMBUNG…

(halaman ini masih dalam tahap pengetikan.)

No comments:

Post a Comment