Monday, September 26, 2016

Hak Suami atas Istri

Hak Suami Atas Istri
   Perkataan yang paling tepat, bahwa sesungguhnya perkawinan adalah merupakan semacam perbudakan saja. Jadi, istri tak ubahnya seorang budak dalam perkawinan. Maka wajib bagi istri mentaati suaminya secara mutlak dalam setiap hal, tetapi sekitar hal yang tidak mengagungkan hak suami atas dia. Beberapa hadis sangat banyak.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Perempuan manapun yang mati sedang suaminya ridha padanya, dia akan masuk surga.”
Pernah seorang laki-laki keluar bepergian dan berpesan pada istrinya untuk tidak turun dari tingkat bawah. Ayah perempuan itu sedang berada di tingkah bawah dan sakit. Perempuan itu mengirim utusan kepada Rasulullah SAW, meminta ijin untuk turun menemui ayahnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Taatlah kepada suamimu.”
Lalu ayahnya itu meninggal. Dia minta pendapat kepada beliau.
Beliau bersabda: “Taatlah kepada suamimu.”
Kemudian ayahnya dikubur dan Rasulullah SAW mengutus seorang utusan kepada perempuan itu, dengan mengabarkan bahwa sesungguhnya Allah SWT telah mengampuni ayahnya berkat ketaatannya terhadap suaminya.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Apabila seorang perempuan telah shalat lima waktu, berpuasa sebulan, menjaga farjinya, dan taat kepada suaminya, maka dia akan masuk surga Tuhannya.”
Beliau telah mengumpulkan ketaatan terhadap suami dengan dasar-dasar Islam. Rasulullah SAW pernah menuturkan tentang wanita-wanita.
Beliau bersabda: “Mereka perempuan-perempuan yang mengandung, melahirkan, menyusui, menyayangi anak-anak mereka. Seandainya tidak ada hal yang mereka lakukan terhadap suami-suaminya, maka akan masuk surgalah orang-orang yang melihat neraka. Kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita.”
Wanita-wanita itu berkata, “Mengapa Ya Rasulullah?”
Beliau bersabda: “Mereka memperbanyak laknat dan mengingkari asyir (yang mengumpuli).” Yakni suami yang menggaulinya.
Di dalam khabar yang lain diceritakan, “Aku pernah melihat ke dalam surga. Tiba-tiba sebagian besar penghuninya adalah wanita.”
Aku bertanya, “Di mana wanita-wanita.”
Beliau bersabda: “Mereka menyibukkan dua buah kemerahan, emas dan za’faran.” Yakni perhiasan emas dan perak dan pakaian yang di wenter (diberi warna).

BERSAMBUNG…

(halaman ini masih dalam tahap pengetikan.)

No comments:

Post a Comment