Monday, September 26, 2016

Tipu Daya Setan

Tipu Daya Setan
   Seorang laki-laki berkata kepada Al-Hasan, “Hai Abu Sa’ad, adakah setan itu juga tidur?” dia tersenyum dan berkata, “Seandainya dia itu tidur, tentu kita bisa beristirahat.” Jadi, kalau memang demikian, tidak ada keselamatan bagi seorang mukmin. Walaupun begitu, terdapat jalan untuk menolak dan melemahkan kekuatan setan itu.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin itu membuat kurus setan, sebagaimana seorang dari kamu membuat kurus unta dalam perjalanan.”
Ibnu Mas’ud berkata, “Setan orang mukmin adalah kurus.”
Qais bin Al-Hajjaj berkata, “Setan berkata kepadaku, ‘Aku telah masuk ke dalam kamu sedang aku seperti binatang yang siap untuk disembelih dan aku sekarang seperti burung pipit’.”
Aku berkata, “Mengapa begitu.”
Dia berkata, “Engkau telah menghancurkan aku dengan zikir kepada Allah SWT.”
Jadi, orang-orang yang memiliki takwa tidak akan terlalu sulit untuk menutup pintu-pintu yang dhahir dan jalan-jalan yang jelas yang mesti membawa orang kepada maksiat. Mereka hanya akan tergelincir dalam jalan-jalan setan yang rumit. Sesungguhnya mereka tidaklah mendapat petunjuk ke arah itu lalu dapat menjaganya. Karena bagi setan pintu-pintu menuju ke hati banyak sekali, sedang pintu malaikat hanya sebuah pintu saja. Sungguh menjadi kabur pintu yang satu itu dengan pintu-pintu yang banyak. Seorang hamba disana seperti seorang musafir yang tinggal di hutan, banyak jalan yang sulit dilalui, dan dalam malam yang gelap, kecuali dengan penglihatan hati, maksudnya, hati yang jernih dibersihkan dengan takwa. Sedangkan sebagai mataharinya yang bersinar terang adalah ilmu yang bercokol yang diambil faidah dari Kitab Allah dan sunah Rasul-Nya, yang dapat digunakan sebagai petunjuk kepada jalan-jalan setan yang sulit. Mengapa kamu tidak begitu, sedang jalan-jalannya banyak dan serba sulit.

BERSAMBUNG…

(halaman ini masih dalam tahap pengetikan.)

No comments:

Post a Comment