Sunday, September 25, 2016

Tobat

Tobat
   Tobat adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan. Allah SWT berfirman:
“Bertobatlah kamu kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.” (QS.At-Tahrim:8)
Sedang perintah adalah menunjukkan kewajiban tobat adalah firman Allah SWT:
“Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah.”
Yakni lupa dari segala yang mereka janjikan kepada Allah dan membuang ajaran kitabnya ke belakang punggungnya. “Lalu Allah menjadikan lupa kepada dirinya sendiri.”
Yakni menjadikan mereka lupa keadaannya sehingga mereka mencegah dirinya dan tidak mengamalkan kebaikan untuk dirinya itu. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang suka bertemu dengan Allah, maka Allah suka bertemu dengannya dan barangsiapa yang membenci bertemu dengan Allah, maka Allah pun membencimu bertemu dengannya.”
Kami telah membuka jalur perdagangan Nasional
“Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hasyr:19)
   Yakni orang-orang yang durhaka dan membatalkan perjanjiannya, keluar dari jalan hidayah, rahmat dan ampunan Allah.
Fasik itu ada dua macam, orang fasik yang kafir dan orang fasik yang fajir. Orang fasik yang kafir ialah orang yang tidak beriman kepada Allah dan utusan-Nya, keluar dari hidayah dan masuk dalam kesesatan.
Allah SWT berfirman: “Dia fasik dari perintah Tuhannya.”
  Yakni keluar dari sikap taat perintah kepada Tuhannya supaya beriman. Sedang fasik yang fajir ialah orang yang minum arak, makan haram, berzina dan durhaka kepada Allah SWT, keluar dari jalan ibadah dan masuk dalam kemaksiatan, tetapi ia tidak musyrik. Perbedaan antara keduannya ialah kalau orang fasik yang kafir tidak akan diampuni kecuali dengan syahadat dan bertobat sebelum matinya, sedang orang fasik yang fajir bisa diharapkan ampunannya dengan bertobat dan menyesal sebelum mati. Karena setiap maksiat yang pangkalnya kesenangan nafsu, dapat diharapkan ampunannya, sedang dosa yang pangkalnya adalah kesombongan, maka tidaklah mungkin diharapkan ampunannya, dan kemaksiatan iblis pangkalnya adalah kesombongan.
Durratun Nashihin

   Untuk itu seyogyanya bagi kamu bertobat dari dosa-dosamu sebelum mati, dengan mengharapkan Allah dapat menerimamu.
Allah SWT telah berfirman:
“Dan Dia adalah Zat yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan.” (QS. Asy-Syura:25)
   Yakni menghapuskan apa yang mereka kerjakan dengan menerima tobat.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang yang bertobat dari dosa seperti orang yang tidak ada dosa baginya.”
   Diceritakan bahwasanya ada seorang laki-laki yang setiap kali melakukan sebuah dosa, dia selalu mencatat dosanya itu dalam pembukuan. Pada suatu hari dia melakukan sebuah dosa, dibukalah pembukuannya supaya dia dapat menuliskan itu di dalamnya. Tetapi dia tidak menemukan di dalamnya kecuali tertulis firman Allah SWT:
“Maka mereka itu, kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.” (QS. Al-Furqan:70)
Risalah Qusyairiyah

   Yakni Allah mengganti syirik dengan iman, zina dan maksiat telah di ampuni diganti dengan sikap menjaga diri dan taat.
   Sesungguhnya Umar bin Khattab r.a suatu ketika lewat di sebuah jalan dari jalan-jalan di Madinah, berpapasanlah dengannya seorang pemuda yang sedang membawa sebuah botol di bawah bajunya.
Umar berkata, “Wahai pemuda, apakah yang kau bawa di bawah bajumu?”
Padahal yang yang ada di dalam botol itu adalah arak, maka pemuda itu merasa malu untuk mengatakan ‘Arak’.
Dia berkata dalam hatinya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau buat malu aku di muka Umar, jangan Engkau buat rasa maluku dan tutupilah aku di hadapan Umar, maka aku tidak akan minum arak lagi untuk selamanya.”
Kemudian dia berkata, “Hai Amirul Mukminin, yang aku bawa ini adalah cuka.”
Umar berkata lagi, “Coba perlihatkan kepadaku sehingga aku dapat melihatnya.”
Lalu dia membukanya di hadapan Umar dan benarlah apa yang dilihat Umar adalah cuka. Renungkanlah, ada makhluk yang bertobat karena takut kepada makhluk yang lain, lalu Allah SWT merubah araknya menjadi cuka karena Dia mengetahui keikhlasan tobat dari orang itu. Apabila ada orang yang durhaka dan miskin dari perbuatan baik bertobat dari perbuatan-perbuatan yang jahat, dengan tobat yang benar (sungguh-sungguh) dan dia menyesali dosanya, Allah akan merubah arak ibarat amal kejahatannya menjadi cuka ibarat ketaatan.
Jadilah Wanita Bahagia

   Disebutkan dari Abu Hurairah r.a berkata, “Aku pernah keluar suatu malam setelah aku menunaikan shalat isya’ akhir (Isya’ awal adalah Maghrib dan Isya’ akhir shalat isya’) bersama Rasulullah SAW. tiba-tiba ada seorang perempuan di tengah jalan, dia berkata, ‘Hai Abu Hurairah, sesungguhnya aku telah melakukan sebuah dosa maka apakah berguna bagiku kalau bertobat?’
Aku berkata, ‘Engkau telah celaka dan membuat caelaka. Demi Allah tidak ada tobat bagimu.’
Pingsanlah perempuan itu dan terjerembab, kemudian aku berlalu sambil berkata dalam hati, aku berfatwa sementara Rasulullah SAW ada di tengah-tengah kami, maka aku kembali kepada beliau dan aku ceritakan hal itu kepadanya.
Beliau bersabda, ‘Celakalah engkau dan mencelakakan.’
Bagaimana pendapatmu dengan ayat ini:
“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah … maka kejahatan mereka diganti oleh Allah dengan kebajikan.”
(QS. Al-Furqan:68-70)
Al-Matjar Raabih

   Lalu keluarlah aku dan bertanya kesana kemari, ‘Siapakah yang dapat menunjukkan aku kepada perempuan yang telah bertanya sebuah masalah padaku?’
Anak-anak kecil sampai berucap, ‘Gila Abu Hurairah’, tetapi akhirnya aku menemukannya juga dan aku kabarkan padanya tentang ceritaku dengan Rasulullah itu. Tersedu-sedu dia karena gembiranya dan berkata, ‘Sesungguhnya aku memiliki sebuah kebun dan aku sedekahkan untuk Allah dan utusan-Nya’.
   Ada sebuah cerita dari Utbah Al-Ghulam, dia dari golongan ahli fasik yang menyimpang dan sangat terkenal kebejatannya, dan kegemaran minum araknya. Pada suatu hari dia masuk dalam majelis taklim Hasan Al-Bishri yang sedang membaca tafsir dari firman Allah: “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (QS. Al-Hadid:16)
Tuhfatul Arusy

   Yakni tidakkah datang waktu di mana hati mereka merasa takut?
Pada saat itu Syaikh Hasan memberikan nasihat dalam menafsirkan ayat ini dengan nasihat yang dalam, sehingga membuat orang-orang menangis. Lalu berdirilah seorang pemuda dari mereka dan berkata, “Wahai orang yang bertakwa dari sekalian orang-orang mukmin, adakah Allah SWT akan menerima orang fasik dan lemah seperti aku ini apabila mau bertobat?”
Syaikh Hasan berkata, “Ya, Allah akan menerima tobat dari kefasikanmu dan kebejatanmu.”
Setelah Utbhal-Ghulam mendengar pembicaraan ini, menjadi pucatlah wajahnya, bergetar semua persendiannya dan berteriak dengan sekali teriakan lalu roboh pingsan. Ketika dia siuman, Hasan menghampirinya dan mengatakan bait-bait ini:
“Wahai pemuda yang durhaka kepada Tuhan yang memiliki Arasy, tahukah engkau apa balasan orang-orang yang berbuat durhaka? Neraka Sa’ir bagi orang-orang durhaka, dia mempunyai suara nyala api dan kegeraman pada saat ubun-ubun dipegang. Kalau engkau tabah menghadapi neraka-neraka itu, berbuatlah durhaka. Kalau tidak jadikanlah dirimu orang yang menjauhi maksiat. Dengan kesalahan-kesalahan yang telah engkau lakukan itu, berarti engkau telah menggadaikan diri, maka bersungguh-sungguhlah dalam membebaskan dirimu.”
Bergabunglah bersama kami dalam perdagangan Nasional
   Sekali lagi Utbah berteriak dan kali ini lebih keras, serta roboh pingsan. Ketika telah siuman dia berkata, “Ya Syaikh, apakah betul Tuhan Yang Maha Penyayang akan menerima tobat orang seperti aku yang sangat tercela ini?”
Syaikh Hasan menjawab, “Tidak ada yang dapat menerima tobat orang yang menyimpang kecuali Tuhan Yang Maha Memaafkan.”
Kemudian Utbah mengangkat kepalanya dan berdoa tiga buah doa.
·         Pertama dia berdoa, “Tuhanku, kalau Engkau menerima tobatku dan mengampuni dosa-dosaku, maka muliakanlah aku dengan kefahaman dan hafalan sehingga aku dapat menghafal semua yang aku dengar baik ilmu atau Al-Qur’an.”
·         Kedua dia berdoa, “Tuhanku, muliakanlah aku dengan suara yang indah sehingga setiap orang yang mendengar bacaanku menjadi bertambah lembut hatinya, walaupun dia seorang yang keras membatu hatinya.”
·         Ketiga dia berdoa, “Tuhanku, karuniakanlah kepadaku rezeki yang halal dan berilah aku rezeki dari arah yang tidak aku sangka.”
Tanbihul Ghafilin

  Akhirnya Allah mengabulkan semua doanya sehingga bertambahlah tingkat pemahaman dan hafalannya, kalau dia membaca Al-Qur’an bertobatlah di dalam rumahnya sepiring kuah dan dua buah roti tetapi tidak diketahui seorang pun yang telah menaruhnya. Hal ini berlangsung terus sampai dia berpisah dengan dunia.
Demikianlah keadaan orang yang benar-benar kembali kepada Allah SWT, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang baik dalam amalnya.
   Ada sementara ulama ditanya, “Apakah seorang hamba yang bertobat dapat mengerti, bahwa tobatnya diterima atau di tolak?”
Dia menjawab, “Tidak ada kepastian di dalam hal itu, tetapi ada tanda-tanda ke arah itu, yaitu:
1.       Dia akan melihat dirinya terhindar dari maksiat.
2.       Dia akan melihat kegembiraan jauh dari hatinya dan melihat Tuhan dekat disana.
3.       Dia akrab dengan orang-orang yang memiliki kebaikan dan jauh dari orang-orang yang memiliki kefasikan. Akhirnya dia melihat dunia yang sedikit menjadi banyak dan menganggap sedikit pada amal akhirat yang cukup banyak.
4.       Dia akan melihat hatinya sibuk dengan apa yang diwajibkan Allah padanya.
5.      Dia selalu memelihara lidahnya, melanggengkan berpikir dan selalu susah serta menyesali dosa-dosa yang terlanjur dia langgar.

No comments:

Post a Comment