Lupa
Kepada Allah, Kefasikan dan Kemunafikan
![]() |
| Mukasyafatul Qulub |
Lalu Hasan Al-Bashri mengajarkannya kepada perempuan itu, dan dia pun
dapat bermimpi melihat anaknya terikat. Diceritakanlah hal itu kepada Hasan dan ia pun bersedih karenanya. Berselang
beberapa waktu Hasan bermimpi
melihatnya berada di dalam surga dan di atas kepalanya terdapat mahkota, lalu
dia berkata, “Hai
Hasan, tidakkah engkau mengenalku? Aku adalah anak putri dari perempuan yang
datang padamu dahulu dan mengatakan begini kepadamu.”
Berkatalah Hasan kepadanya, “Apa yang
menjadikanmu dalam keadaan yang kulihat ini?”
Dia menjawab, “Ada seorang
laki-laki lewat pada kami, dia membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sekali sedang dalam kuburan itu ada lima ratus
lima puluh orang dalam siksaan. Lalu dipanggillah, “Hilangkanlah siksa dari mereka
berkat bacaan shalawat laki-laki ini.”
(faedah) sebab bacaan shalawat seorang laki-laki
itu mereka mendapatkan ampunan, lalu kalau ada orang yang membaca shalawat
padanya sejak lima puluh tahun, apakah dia tidak menemukan syafaatnya besok
hari kiamat? Berfirman Allah SWT:
“Janganlah
kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah.”
(QS.Al-Hasyr:19)
Maksudnya, janganlah kamu berbuat maksiat
seperti orang-orang yang lupa kepada Allah
SWT dengan meninggalkan perintah Allah
dan mengerjakan larangan-Nya, serta
asyik dengan kesenangan dunia dan terperangkap oleh tipu dayanya.
Rasulullah SAW pernah
ditanya tentang orang mukmin dan orang munafik, beliau bersabda: “Sesungguhnya
orang mukmin adalah orang yang tujuan hidupnya adalah shalat dan berpuasa.
Sedang orang munafik adalah orang yang tujuan hidupnya makan dan minum seperti
binatang dan meninggalkan ibadah serta shalat. Orang mukmin disibukkan dengan
sedekah dan mencari ampunan, sedang orang munafik disibukkan dengan kerakusan
dan panjang angan-angan yang berlarut-larut. Orang mukmin putus harapan dari
setiap orang kecuali Allah. Orang mukmin menyodorkan hartanya demi Allah,
sedang orang munafik menyodorkan agamanya demi kepentingan hartanya. Orang
mukmin merasa aman dari semua orang kecuali dari Allah, sedang orang munafik
berbuat jahat tetapi masih bisa tertawa. Orang mukmin menanam dan khawatir
kerusakkannya, sedang orang munafik mencabut dan mengharapkan panen. Terakhir
orang mukmin akan memerintah dan melarang menurut siasat keagamaan serta
berusaha berbuat kebaikan, sedang orang munafik memerintah dan melarang karena
kepemimpinannya serta merusak, bahkan dia memerintah yang munkar dan melarang yang ma’ruf.”
Allah
SWT berfirman:
“Orang-orang
munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah
sama, mereka menyuruh berbuat munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan
mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah
melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang
fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan
orang-orang kafir dengan Neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah
Neraka itu bagi mereka dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang
kekal.” (QS.
At-Taubah:67-68)
Allah
berfirman:
“Sesungguhnya
Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam
Neraka Jahanam seluruhnya.”
Yakni kalau
mereka mati dalam kekufuran dan kemunafikan mereka. (QS. An-Nisa’:140)
Allah
memulai dengan menyebutkan orang-orang munafik, karena mereka lebih jelek
daripada orang kafir, tetapi menjadikan Neraka sebagai tempat mereka
seluruhnya.
Allah
berfirman:
“Sesungguhnya
orang-orang munafik itu berada pada tingkat paling bawah dari Neraka, dan kamu
sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisa’145)
Kata munafik adalah diambil dari kata nafiqa’ul yarbu’ (liang binatang seperti tikus, kakinya lebih
panjang dari tangannya, ekor dan telinganya lebih panjang kalau dibanding
dengan tikus). Disebutkan bahwa yarbu’ memiliki dua buah liang, sebuah disebut natiqa’ dan
sebuah lagi qashia’.
Dan bisa menampakkan dirinya pada liang yang satu dan keluar dari yang lain.
Karena itulah orang munafik disebut dengan munafik, sebab dia menampakkan
dirinya sebagai seorang muslim, tetapi dia keluar dari islam itu ke arah kafir.
Ada sebuah hadits, “perumpamaan orang munafik adalah seperti
seekor kambing yang kau lihat berada di antara dua kelompok kawanan kambing.
Suatu saat ia berjalan menuju kelompok yang ini dan pada saat lain ke arah
kelompok yang lain, dia tidak menetap pada satu kelompok dari keduanya karena
ia adalah kambing yang asing dan bukan dari golongan dua kelompok itu. Demikian
juga dengan orang munafik, dia tidak menetap bersama kaum muslimin sepenuhnya
dan juga tidak bersama orang-orang kafir.”
Sesungguhnya Allah menciptakan Neraka yang
memiliki tujuh buah pintu.
Allah SWT berfirman: “Neraka Jahanam itu memiliki
tujuh buah pintu.”
(QS.
Al-Hijr:44)
Pintu itu dari besi yang dipenuhi dengan
laknat. Bagian luarnya tembaga dan bagian dalamnya adalah timah, dasarnya
terdapat siksa dan di atasnya terdapat kemurkaan, sedang buminya dari tembaga,
kaca, besi dan timah. Api berada di atas penghuninya, di bawah mereka, di
sebelah kanan dan kiri mereka. Setiap tingkat di atas tingkat yang lain dan Allah menyediakan bagi orang-orang
munafik tingkat yang paling bawah dari tingkat-tingkat itu.
Dalam sebuah hadis dijelaskan, sesungguhnya Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW, lalu Nabi bersabda, “Hai Jibril, sebutkanlah sifat Neraka dan
panasnya padaku.”
Berkatalah
Jibril, “Sesungguhnya
Allah SWT telah menciptakan Neraka
lalu menyalakan selama seribu tahun sehingga menjadi merah, kemudian menyalakannya lagi seribu tahun sehingga
menjadi hitam. Jadi ia adalah hitam kelam. Demi Tuhan yang telah
mengutusmu dengan haq sebagai Nabi,
seandainya sebuah pakaian dari pakaian-pakaian penghuni Neraka tampak oleh
penduduk bumi dan dituangkan pada air dibumi tentu akan mati semua orang yang
mencicipinya. Seandainya satu dzira’ dari
rantai yang disebutkan Allah SWT dengan
firman-Nya:
Setiap dzira’ panjangnya sejauh jarak dunia timur sampai
dunia barat, diletakkan di atas gunung-gunung dunia tentu akan hancur. Dan
seandainya seorang laki-laki masuk Neraka kemudian dikeluarkan ke bumi, tentu
penghuni-penghuni bumi ini akan mati karena kebusukan baunya.”
Rasulullah SAW bertanya kepada Jibril: “Ya Jibril, terangkanlah padaku sifat-sifat
Jahanam. Adakah dia seperti pintu-pintu kami ini?”
Berkatalah
Jibril, “Ya Rasulullah, tidak. Tetapi dia merupakan
beberapa tingkat, sebagian lebih rendah dari yang lain. Jarak dari pintu yang
satu ke pintu yang lain adalah sejauh perjalanan tujuh puluh tahun. Setiap
pintu dari pintu-pintu itu lebih panas daripada pintu yang ada dibawahnya yaitu
tujuh puluh kali lipat.”
Beliau
bertanya pada Jibril tentang
penghuni-penghuni dari pintu-pintu ini, dan dia menjawab, “Adapun yang terbawah adalah orang-orang
munafik, namanya Neraka Al-Hawiyah.”
Seperti firman Allah SWT:
“Sesungguhnya
orang-orang munafik di dalam tingkat paling bawah dari Neraka.”
Pintu kedua,
di dalamnya terdapat orang-orang musyrik. Namanya adalah Neraka Jahim. Pintu ketiga,
di dalamnya adalah orang-orang dari golongan shabi’in, adapun namanya adalah Neraka Saqir. Pintu keempat di dalamnya adalah iblis
alaihilla’nah dan orang yang mengikutinya dari golongan Majusi, adapun namanya
adalah Neraka Ladha. Pintu kelima, adalah untuk orang-orang
Yahudi, adapun namanya adalah Neraka
Al-Huthamah. Pintu keenam, di
dalamnya adalah orang-orang Nasrani, adapun namanya adalah Neraka As-Sa’ir.”
Kemudian Jibril menahan pembicaraannya. Maka Rasulullah SAW bertanya,
“Mengapa tidak kau
ceritakan tentang penghuni pintu ke tujuh?”
Berkatalah Jibril, “Jangan engkau bertanya padaku tentang itu,
Ya Muhammad.”
Beliau
bersabda pada Jibril, “Ceritakan
padaku tentang penghuni itu.”
Berkata
Jibril, “Di
dalamnya adalah pemilik dosa-dosa besar dari umatmu yang telah mati dan belum
bertobat.”
Diriwayatkan, sesungguhnya ketika turun ayat
firman Allah SWT:
“Dan
tidak ada seorang pun dari kamu, melainkan mendatangi Neraka itu.” (QS. Maryam:71)
Maka menjadi besarlah kekhawatiran Nabi Muhammad SAW terhadap umatnya dan
beliau menangis dengan tangisan yang keras. Orang yang ma’rifat kepada Allah dan mengenal kekuasaan dan keperkasaan-Nya, tentu takut kepada-Nya
dengan sepenuh rasa takut dan menangisi dirinya dan kesalahannya sebelum dia
melihat penderitaan-penderitaan ini serta melihat nyata perkampungan yang
menakutkan dan menyengsarakan. Juga sebelum semua bentuk tutup rahasia dirusak
dan dia di hadapkan pada Tuhan yang melaksanakan siksa dan Maha Perkasa, lalu
dia di perintahkan ke Neraka. Karena banyak pemuda memanggil-manggil di Neraka,
‘Aduh ubanku,
aduh maluku, aduh terbukanya rahasiaku’. Benar-benar semua wajah dan
tubuh menjadi hitam, punggung-punggung menjadi patah, orang-orang tua tidak
dimuliakan dan anak-anak kecil pun tidak dikasihani serta perempuan pun tidak
ditutupi. Ya Allah selamatkanlah
kami dari Neraka dan siksanya serta dari semua amal perbuatan yang mendekatkan
kami ke Neraka, dan masukkanlah kami ke dalam Surga bersama orang-orang yang
berbuat baik dengan rahmat-Mu, Ya
Tuhan Yang Maha Agung, Ya Tuhan Yang Maha Pengampun. Ya Allah, tutuplah cela-cela kami, berikanlah rasa aman dari ketakutan-ketakutan
kami dan hindarkanlah kami dari kesalahan-kesalahan kami serta janganlah Engkau
buat malu kami di hadapan-Mu, Ya
Tuhan Yang Paling Menyayangi di antara orang-orang yang menyayangi. Semoga Allah mencurahkan rahmat atas tuan kami
Muhammad, kepada keluarga da
sahabatnya, serta memberi salam.
1. Takut
2. Takut Kepada Allah
3. Sabar dan Sakit
4. Riyadhan dan Kesenangan Nafsu
5. Kemenangan Nafsu dan Permusuhan Setan
6. Kelengahan
7. Lupa Kepada Allah, Kefasikan dan Kemunafikan
8. Tobat
9. Kecintaan
10. Rindu
11. Taat Kepada Allah, Mencintai-Nya dan Mencintai utusannya Nabi Muhammad SAW
12. Iblis dan Siksanya
13. Amanat
14. Menyempurnakan Shalat Dengan Khudu’ dan Khusyu’
15. Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar
16. Setan
17. Amanat dan Tobat
18. Keutamaan Kasih Sayang
19. Khusyu’ dalam Shalat
20. Menggunjing dan Mengadu Domba
21. Zakat
22. Zina
23. Silatur Rahmi dan Hak-hak Kedua Orang Tua
24. Berbakti Kepada Orang Tua
25. Zakat dan Kekikiran
26. Angan-angan yang Muluk
27. Menjalankan Taat dan Meninggalkan Perbuatan Haram
28. Ingat Mati
29. Beberapa Langit dan Jenis-jenis yang berbeda
30. Kursi dan Arasy, Malaikat Muqorrobin, Rezeki dan Tawakal
31. Di Dalam Meninggalkan Duniawi dan Tercelanya Apa yang Ada Di Dalamnya
32. Tercelanya Dunia
Artikel Menarik yang lainnya:
1. Takut
2. Takut Kepada Allah
3. Sabar dan Sakit
4. Riyadhan dan Kesenangan Nafsu
5. Kemenangan Nafsu dan Permusuhan Setan
6. Kelengahan
7. Lupa Kepada Allah, Kefasikan dan Kemunafikan
8. Tobat
9. Kecintaan
10. Rindu
11. Taat Kepada Allah, Mencintai-Nya dan Mencintai utusannya Nabi Muhammad SAW
12. Iblis dan Siksanya
13. Amanat
14. Menyempurnakan Shalat Dengan Khudu’ dan Khusyu’
15. Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar
16. Setan
17. Amanat dan Tobat
18. Keutamaan Kasih Sayang
19. Khusyu’ dalam Shalat
20. Menggunjing dan Mengadu Domba
21. Zakat
22. Zina
23. Silatur Rahmi dan Hak-hak Kedua Orang Tua
24. Berbakti Kepada Orang Tua
25. Zakat dan Kekikiran
26. Angan-angan yang Muluk
27. Menjalankan Taat dan Meninggalkan Perbuatan Haram
28. Ingat Mati
29. Beberapa Langit dan Jenis-jenis yang berbeda
30. Kursi dan Arasy, Malaikat Muqorrobin, Rezeki dan Tawakal
31. Di Dalam Meninggalkan Duniawi dan Tercelanya Apa yang Ada Di Dalamnya
32. Tercelanya Dunia





No comments:
Post a Comment